• Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum

    Etiam tincidunt lobortis massa et tincidunt. Vivamus commodo feugiat turpis, in pulvinar felis elementum vel. Vivamus mollis tempus odio, ac imperdiet enim adipiscing non. Nunc iaculis sapien at felis posuere at posuere massa pellentesque. Suspendisse a viverra tellus. Nam ut arcu et leo rutrum porttitor. Integer ut nulla eu magna adipiscing ornare. Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum? Quisque ...

  • Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin

    Proin ac leo eget nibh interdum egestas? Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin! Integer sollicitudin, justo non posuere condimentum, mauris libero imperdiet urna, a porttitor metus lorem ac arcu. Curabitur sem nulla, rutrum ut elementum at, malesuada quis nisl. Suspendisse potenti. In rhoncus ipsum convallis mauris adipiscing aliquam. Etiam quis dolor sed orci vestibulum venenatis auctor non ligula. Nulla ...

  • Nam ullamcorper iaculis erat eget suscipit.

    Etiam ultrices felis sed ante tincidunt pharetra. Morbi sit amet orci at lorem tincidunt viverra. Donec varius posuere leo et iaculis. Pellentesque ultricies, ante at dignissim rutrum, nisi enim tempor leo, id iaculis sapien risus quis neque. Ut sed mauris sit amet eros tincidunt adipiscing eu vitae lectus. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos ...

Tampilkan postingan dengan label Cerita Ngocol. Tampilkan semua postingan

Penulis: Mutia Putri


“Woooiii semua... Bapak-bapak, Ibu-ibu, semua yang ada disiniiihh... Minul mau nazar, nih, dengerin, ya!"

"Kalau Minul lolos SNMPTN 2011, Minul bakal nyanyi dangdut di pasar ini pake kebaya plus konde, plus make-up tebel. Ini nazar Minul!”

Dan suara gledek serta kilatan cahaya lampu neon menyambut nazar Minul yang berkumandang. Persis kayak film-film horor di teve-teve. Jelegerrr..!

Penulis: Wahyuni Sitoresmi

Aku memanggilnya dengan sebutan Bude Sumi. Usianya hampir mencapai lima puluh tahun kurasa. Berperawakan sedikit gemuk dengan rambut yang selalu digelungnya. Tiap pagi ia selalu mengayuh sepeda ontel tuanya menyusuri jalan desa, sekedar untuk menjual sayur-mayur. Kami searah, bedanya aku naik motor sedangkan Bude Sumi menaiki sepeda ontelnya.

Penulis: KIANINARA”KEI”

Ada sesuatu yang tidak biasa ketika Bu Baiti, wali kelas 8.2 SMPN 11 Palembang, masuk ke kelas pagi itu. Dia berhenti di depan kelas. Berdeham sejenak.
“Kalian kedatangan kawan baru,” ujarnya pada siswa-siswanya.
Dengan langkah yang amat pelan, masuklah seorang anak perempuan bertubuh gemuk dan mungil, bermata besar, dengan rambut keriwil dikucir dua tinggi-tinggi di kiri kanan disertai poni, memakai behel dan berbibir tebal alias dower. Sontak hampir seisi kelas tertawa melihat penampilannya, dan beberapa mencibir. Anak perempuan yang “unik” itu hanya tersenyam-senyum. Lugu sekali.

Penulis: Zakky Zulhazmi*

(Cerpen ini awalnya tidak ditujukan untuk Rubrik Cerpen Ngocol, namun Nida mengedit dan mengubah cerpen ini agar dapat bertahta di rubrik ini, karena materi cerpennya lumayan menghibur, semoga penulisnya tidak kaget melihat cerpennya di-vermak begini, amiin...)

Penulis: Kusumastuti Rahmawati
            Kalau ada ajang request lagu ni hari, cuma satu lagu yang pengeeeeeen banget gue denger. Yang lirik depannya kayak gini, nih: "Apa salahku, apa salah hidupku? Hatiku dirundung pilu..." Eits, bukan gue nggak laku-laku, ye.. Untuk urusan cinta, sori sori, Jek, gue edah nemuin tambatan hati sejak empat tahun yang lalu! Tepatnya waktu gue baru banget nyelesaiin skripsi. Jadi jangan iri, nih.. Waktu wisuda, gue udah nyabet dua gelar sekaligus! Rico Sumarco, SE, SH. Beuh, keren kan? Rico Sumarco Sarjana Ekonomi, Suaminya Hindun. Hheee.

Teeet…teeet…teeet.
 Istirahat tlah tiba, istirahat tlah tiba, hore, hore, hore (kok jadinya kayak lagunya Tasya?). Anak-anak berebutan untuk keluar kelas (sampe nempel-nempelan). Ada yang mau jajan, sholat dhuha, ngobrol. Seperti biasa, aku dan teman-temanku (Irsyad, Faiz, Syafiq, dan Ahyat) pergi ke pojokan kelas di lantai 2. Disinilah kami biasa bercanda, berbagi cerita, atau hal-hal seru lainnya (lebay). Dan dari sinilah awal mula kita membuat sebuah band.

Penulis : Iwok Abqary


Perkenalkan, nama gue Tonny. Profesi sebagai Tukang Ojek. Yup, ojek motor, bukan ojek payung, apalagi ojek onta. Nggak ada tukang jualan onta sih, jadi gue nggak bisa beli ontanya buat diojekin. Padahal lucu ya kalo beneran ada ojek onta, penumpang yang lagi gue bonceng bisa jalan endut-endutan sambil ngayal lagi naik haji. Pasti ojek onta gue laku.